TUGAS TERSTRUKTUR
PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN TIK
UNTUK
MENUNJANG DUNIA KERJA
MATA KULIAH
LANDASAN TEKNOLOGI
PENDIDIKAN
DISUSUN OLEH :
DIAN WAHYUDI, S.Pd
NIM : P2A118023
DOSEN PENGAMPU :
Dr. SYAMSURIZAL, M.Si
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
KONSENTRASI PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS JAMBI
2018
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Teknologi adalah cara menggunakan ilmu
pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan kualitas SDM. Teknologi
informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi serta
teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Perkembangan TIK telah memberi kontribusi
terhadap terjadinya revolusi diberbagai bidang. Eric Ashby (1972) menyatakan
bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Revolusi
pertama, terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang
guru. Revolusi kedua, terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan
pembelajaran. Revolusi ketiga, terjadi ketika diciptakannya mesin cetak
sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi
keempat, terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan
televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti
saat ini, dimanfaatkannya TIK tercanggih khususnya komputer dan internet dalam
kegiatan pendidikan.
Ada berbagai manfaat
dari Teknologi Informasi dan komunikasi Salah satu manfaat TIK yaitu dalam dunia
pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. Teknologi dan informasi telah
menjadi factor pendukung dalam proses pembelajaran, salah satunya
pemanfaatannya sebagai media pembelajaran, sehingga mempermudah guru dalam
memyampaikan materi pelajaran dan mempermudah siswa dalam menangkap materi yang
diberikan. Selain itu internet juga sangat menunjang pembelajaran, karena
melalui internet kita dengan mudah dapat mengakses berbagai informasi yang kita
inginkan dengan cepat dan murah, sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan
kita sebagai guru dan peserta didik.
Namun kenyataan
dilapangan terutama pendidikan di sekolah-sekolah terpencil masih belum
mengetahui dan memanfaatkan teknologi dan informasi dalam menunjang pembelajaran.
Sehingga teknologi informasi dan Komunikasi belum dapat digunakan secara maksimal dalam
meningkatkan mutu pendidikan. TIK telah memberi pengaruh yang sangat besar
dalam pembelajaran, selain mengeser makna pembelajaran, dan meningkatkan
motivasi dan semangat belajar siswa, TIK juga telah mengubah peran guru, guru
yang dulu menjadi satu-satunya sumber informasi sekarang tidak lagi, sekarang
guru berperan sebagai fasilitator dan siswa diharuskan lebih aktif dalam
mengali informasi baik di buku maupun di internet, sehingga wawasan siswa
menjadi lebih luas. Namun perlu dilakukan optimalisasi penggunaan TIK dalam
pembelajaran agar TIK dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang proses
pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja ruang lingkup teknologi, informasi, dan komunikasi?
2. Apa prinsip teknologi, informasi, dan komunikasi?
2. Apa prinsip teknologi, informasi, dan komunikasi?
3. Bagaiman
pengembangan TIK terhadap
Dunia Kerja?
C. Tujuan
Pembahasan
1.
Untuk
mengetahui apa saja ruang lingkup pengembangan teknologi, informasi, dan komunikasi.
2.
Untuk
mengetahui apa prinsip teknologi, informasi, dan komunikasi.
3.
Untuk mengetahui pengembangan TIK terhadap dunia
kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Teknologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu Technologia menurut Webster
Dictionary berarti systematic treatment atau
penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai
dasar kata Teknologi berarti skill, science atau
keahlian, keterampilan, ilmu. Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa
latin texere yang berarti menyusun atau membangun, sehingga
istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun
dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rusman, dkk (2011) teknologi adalah suatu rancangan atau desain
untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidak pastian dalam hubungan sebab
akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan. Informasi adalah fakta atau
apa pun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide,gagasan,materi pelajaran)
dari satu pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya.
Teknologi
Informasi adalah ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi
tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat, informasi dapat dikatakan
sebagai data yang telah diolah. Data atau informasi tersebut dapat berupa
tulisan, suara, gambar, video dan sebagainya, menurut Darmawan (2012).
Information and
Communication Technology (ICT)
dalam konteks bahasa Indonesia disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam waktu yang sangat singkat telah menjadi satu bahan bangunan penting
dalam perkembangan kehidupan masyarakat modern. Dibanyak negara menganggap
bahwa memahami TIK, menguasai keterampilan dasar TIK serta memiliki konsep TIK
merupakan bagian dari inti pendidikan, sejajar dengan membaca, menulis, dan
numerasi.
Pengertian
lain dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dikutip dalam Rusman,
dkk (2011) adalah sebagian dari ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.
Tercakup dengan defenisi tersebut semua perangkat keras, perangkat lunak,
kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun komunikasi. UNESCO menyatakan
bahwa semua negara maju dan berkembang, perlu mendapatkan akses TIK dan
menyediakan fasilitas pendidikan yang terbaik, sehingga diperoleh generasi muda
yang siap berperan penuh dalam masyarakat modern mampu berperan dalam negara
pengetahuan. Karena perkembangan TIK yang pesat, perubahan terus menerus
menjadi tantangan berbagai pihak, dari kementrian pendidikan, pengajar dan
penerbit. Keterbatasan sumber daya mengungkung sistem pendidikan. Namun TIK
demikian pentingnya bagi sehatnya industri dan komersial dimasa depan negara,
sehingga investasi dalam peralatan, pendidikan guru, serta layanan pendukung
untuk kurikulum berdasarkan TIK seharusnya prioritas pemerintah.
Pemanfaatan
teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan menurut Munir (2009,
pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan kesempatan kepada
setiap pembelajaran untuk mengakses materi pembelajaran yang disajikan dalam
bentuk interaktif melalui jaringan komputer. Dari penjelasan tersebut dapat
dimaknai bahwa TIK merupakan media yang berupa teknologi seperti komputer
beserta jaringanya yang dapat digunakan untuk proses pengolahan dan pemprosesan
data yang berguna untuk pemanfaatan berbagai bidang sosial, ekonomi, budaya dan
tentunya pendidikan.
Pada
tingkat global perkembangan TIK telah memengaruhi seluruh bidang kehidupan umat
manusia. Intruksi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian
jauh, sehingga tiada satu pun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak
memanfaatkan perangkat TIK. Manfaat
yang dapat diambil dari penggunaan teknologi
informasi, dan komunikasi, diantaranya :
1.
Cepat,
yaitu satu nilai yang relatif. Komputer bisa melakukan dalam sekejap mata dan
lebih cepat.
2.
Konsisten,
yaitu komputer mampu melakukan pekerjaan yang berulang secara konsisten.
3.
Tepat,
yaitu komputer berupayaa mengesankan perbedaan yang sangat kecil.
4.
Kepercayaan,
yaitu dengan kecapatan, kekonsistenan dan ketepatan, maka kita dapat memperkirakan
bahwa keputusan yang dihasilkannya dapat dipercaya dan hasil yang sama bisa
diperoleh berulang kali.
5.
Meningkatkan
produktifitas.
6.
Mencetuskan
kreativitas.
B. Ruang Lingkup TIK
Secara garis besar,
teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, perangkat lunak dan
perangkat keras. Perangkat keras berhubungan dengan peralatan-peralatan yang
bersifat fisik, seperti memori, printer, dan keyboard. Perangkat lunak
berhubungan dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras supaya
bekerja sesuai instruksi.
Pengelompokan Teknologi Informasi. Teknologi informasi dapat dikelompokan menjadi 6 teknologi yakni:
Pengelompokan Teknologi Informasi. Teknologi informasi dapat dikelompokan menjadi 6 teknologi yakni:
1.
Teknologi
Masukan adalah perangkat yang digunakan untuk menangkap
data/informasi dari sumber asalnya.
2.
Teknologi
Keluaran Supaya diterima oleh pemakai yang membutuhkan,
informasi perlu disajikan dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, teknologi
keluaran mempunyai andil yang cukup besar. Karena pada umumnya, informasi
disajikan dalan monitor.
3.
Teknologi
Perangkat Lunak Perangkat lunak atau dikenal juga dengan
sebutanprogram adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengedalikan
komputer sehinggakomputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki
pembuatnya.
4.
Teknologi
Penyimpan Media penyimpanan yang baik harus memenuhi
kriteria sebagai berikut:
5.
a) Tingkat
redudansi yang kecil
b) Kecepatan
tinggi sesuai atau sesuai yang dibutuhkan
c) Open
(bersifat terbuka antar vendor system operasi ataupun peyimpanan)
6.
Teknologi
Telekomunikasi Teknologi telekomunikasi terdiri dari perangkat
keras dan perangkat lunak yang menyebarkan informasi dari system dari satu
tempat ke tempat lain. Teknologi ini dapat menyebarkan teks, data, grafik,
suara, dokumen, atau video.
7.
Mesin
Pemroses Adalah bagian penting dala teknologi informasi
yang berfungsi untuk mengingat data atau program (berupa komponen memori) dan
mengeksekusi program (berupa komponen CPU).
Menurut Kemendikbud TIK mencakup 2 aspek :
1.
TIK
meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi,dan pengolahan informasi
2.
TIK adalah
segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses,
menstransfer data dari prangkat satu ke perangkat yang lain.
C.
Prinsip TIK
Prinsip dari TIK adalah High Tech dan High Touch Apa itu High
Tech ? apa pula itu High Touch? Teknologi selalu membawa sejumlah konsekuensi
ke tengah masyarakat penggunanya. Ada yang kita harapkan, ada juga yang tak
terduga, tetapi ada juga yang sama sekali diharapkan. Dalam bukunya yang cukup
terkenal ” High Tech, High Touch “, karya John Naisbitt, High Tech lebih
kurang memiliki pengertian yaitu kemajuan dimasa depan, inovasi, kemajuan –
kontrol. Sedangkan High Touch adalah mempercayai sesuatu yang mengakui adanya
hal-hal yang lebih besar daripada kita atau mengakui adanya sesuatu yang lebih
besar di luar diri kita, entah kemanusiaan atau ketuhanan. Jadi pengertian dari
“High Tech – High Touch” lebih kurang adalah menikmati buah kemajuan teknologi
dan menyesuaikan dengan Tuhan kita, ataupun keyakinan spiritual kita. Hal ini
menunjukkan bahwa kemajuan dan kecanggihan teknologi mesti dikendalikan oleh
sentuhan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang juga tinggi. Namun, dalam
kenyataannya sering ditemukan High Tech, Low touch. Teknologi tinggi, mahal,
namun tidak dikendalikan oleh komitmen kemanusiaan yang kuat. Ibaratnya sebuah
teknologi kurang berarti manakala yang mengendalikannya (manusia) tidak
mempunyai “moral” yang baik. Hal inilah yang sering kita katakan efek yang tak
terduga atau tidak kita inginkan.
Sering kita lihat tayangan di televisi, terjadi kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Seolah-olah kendaraan motor sebagi suatu produk teknologi canggih itu tanpa disadari telah menjadi alat pembunuh. Tak ayal lagi kendaraan motor menjadi kambing hitam, di samping menambah kemacetan kota akibat lemahnya perencanaan dan pengaturan jalan. Jumlahnya juga semakin membeludak dan kurang terkendali. Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak pada tempatnya sepertinya juga mengurangi sensitifitas kita dalam berhubungan dengan sesama manusia. Kita lebih asyik “ngobrol” dengan fitur-fitur di gadget yang kita miliki, dibandingkan menghargai orang yang kita ajak bicara. Yang lebih mengerikan lagi tidak jarang kita lihat kecelakaan terjadi saat mereka sedang asyik menggunakan gadget di jalan. Kemajuan-kemajuan teknologi sepreti ini secara perlahan bisa melahirkan “generasi multitasking, dimana mereka adalah generasi yang terbiasa berkomunikasi dengan sesamanya sekaligus memainkan gadget mereka. High-tech mestinya dibarengi dengan high-touch. Teknologi tinggi tanpa sentuhan dan kendali komitmen kemanusiaan tinggi hanya akan melahirkan malapetaka.
Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu :
Sering kita lihat tayangan di televisi, terjadi kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Seolah-olah kendaraan motor sebagi suatu produk teknologi canggih itu tanpa disadari telah menjadi alat pembunuh. Tak ayal lagi kendaraan motor menjadi kambing hitam, di samping menambah kemacetan kota akibat lemahnya perencanaan dan pengaturan jalan. Jumlahnya juga semakin membeludak dan kurang terkendali. Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak pada tempatnya sepertinya juga mengurangi sensitifitas kita dalam berhubungan dengan sesama manusia. Kita lebih asyik “ngobrol” dengan fitur-fitur di gadget yang kita miliki, dibandingkan menghargai orang yang kita ajak bicara. Yang lebih mengerikan lagi tidak jarang kita lihat kecelakaan terjadi saat mereka sedang asyik menggunakan gadget di jalan. Kemajuan-kemajuan teknologi sepreti ini secara perlahan bisa melahirkan “generasi multitasking, dimana mereka adalah generasi yang terbiasa berkomunikasi dengan sesamanya sekaligus memainkan gadget mereka. High-tech mestinya dibarengi dengan high-touch. Teknologi tinggi tanpa sentuhan dan kendali komitmen kemanusiaan tinggi hanya akan melahirkan malapetaka.
Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu :
1.
Prinsip Pendekatan System
Prinsip
pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran
perlu diseain / perancangan dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam
merancang pembelajaran diperlukan langkah-langkah procedural yang meliputi :
identifikasi masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan
pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi pembelajaran.
2.
Berorientasi
pada siswa
Prinsip
berorientasi pada siswa beratri bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan
perhatiannya pada peserta didik dengan memperhatikan karakteristik, minat,
potensi dari siswa.
3. Pemanfaatan sumber belajar
Sumber
belajar berarti dalam pembelajaran mahasiswa hendaknya dapat memanfaatkan
sumber belajar untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya.
Satu hal lagi bahwa teknologi pendidikan adalah satu bidang yang menekankan
pada aspek belajar mahasiswa. Keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam
satu kegiatan pendidiakan adalah bagaimana mahasiswa dapat belajar, dengan cara
mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta menggunakan segala macam
sumber belajar. Dengan demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan
teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan sumber belajar. Hal ini
sesuai dengan ditandai dengan pengubahan istilah dari teknologi pendidikan
menjadi teknologi pembelajaran. Dalam definisi teknologi pembelajaran
dinyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam hal
desain, pengembangan.
Terdapat enam fungsi teknologi
informasi, yaitu:
1
Menangkap (Capture) Menangkap disini dapat
diartikan sebagai menginput. Misalnya menerima inputan dari mic, keyboard,
scanner, dan lain-lain.
2
Mengolah (Processing) Mengolah atau
memproses data masukkan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan dan
pemrosesan data dapat berupa mengkonversi, menganalisis, dan menghitung
(kalkulasi)
3
Menghasilkan (Generating) Menghasilkan
atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna atau laporan yang
dapat dimengerti oleh orang lain. Misal laporan, tabel, grafik, gambar, dan
lain-lain.
4
Menyimpan (Storage) Merekam atau menyimpan
data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain.
Contohnya adalah menyimpan ke hard disk, flash disk, tape, dan lain-lain.
5
Mencari Kembali (Retrival) Menelusuri dan
mendapatkan kembali informasi atau mengkopi data dan informasi yang sudah
tersimpan. Misalnya mencari data penjualan yang sudah disimpan sebelumnya.
6
Mentransmisi (Transmission) Mengirim data
dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer.
Misalkan mengirimkan data penjualan dari user A ke user yang lainnya.
E.
Pengembangan TIK
dalam Dunia Kerja
1) Pengembangan
Teknologi
dan Informasi dalam Pembelajaran
(Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru).
Dalam pembelajaran baik sebagai alat bantu belajar, alat bantu interaksi belajar-mengajar,
maupun alat bantu atau sumber belajar mandiri bagi peserta didik dalam rangka
meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari segi proses maupun hasilnya.contoh
pemanfaatan program audio pembelajaran ,program video pembelajaran dan lainnya. Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi
dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk
menunjang proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa pemanfaatan TIK dalam
pembelajaran yaitu :
a.
Memanfaatkan
fasilitas multimedia yang sudah tersedia untuk mempermudah kegiatan yang
dilakukan selama proses pembelajaran. Misalnya, untuk presentasi. Jika dahulu
presentasi hanya menggunakan media OHP yang monoton, sekarang presentasi sudah
dapat ditampilkan dengan LCD projector dan dibuat lebih kreatif dengan
menampilkan berbagai konten multimedia, seperti gambar, video, suara, dan
sebagainya.
b.
Memanfaatkan
internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual). Kelas virtual
ini sudah menjadi tren di era globalisasi sekarang. Karena kelas virtual
mmiliki beberapa keuntungan, seperti: peserta didik dapat mengekspresikan
diri, bersosialisasi, saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan
menumbuhkan cara belajar yang mandiri.
c.
Memungkinkan
peserta didik untuk berdemonstrasi dengan perangkat multimedia yang ada.
Misalnya, menampilkan suatu kegiatan eksperimen dengan tujuan untuk
memperlihatkan bagaimana cara yang dilakukan dalam eksepimen tersebut.
Pergeseran yang terjadi pada Peranan Guru dan Peserta
Didik Akibat Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia
Pendidikan Sejalan dengan perkembangan TIK di dunia
pendidikan, maka peranan guru dan peserta didik juga mengalami pergeseran
paradigma, diantaranya :
1.
Peran guru
yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber jawaban, kini
menjadi fasilitator pembelajaran.
2.
Peranan
guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi,
kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta
didik dalam proses pembelajaran.
3.
Peserta
didik yang sebelumnya hanya sebagai penerima informasi yang pasif, kini menjadi
partisipan aktif dalam proses pembelajaran.
4.
Peserta
didik yang biasanya mengungkapkan kembali pengetahuan, sekarang menghasilkan
berbagai pengetahuan.
5.
Peserta
didik yang hanya sebagai aktivitas pembelajaran individu, kini menjadi
pembelajaran kolaborasi.
2) Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi
dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai
E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi
internet. Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan
seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain.
Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh
yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan
yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli.
Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk
secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan
privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan
biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan
kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai
dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan
kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana
perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis
berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa,
aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak
dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal,
perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri
jejaring privat. Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan
produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan
kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan
produk dan disain manufaktur. Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas
kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa,
karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi
tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan
penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan
pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat
bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan
finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada
lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan
berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada
sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan
suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis
berbasis teknologi informasi.
3) Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah
diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet
Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking
antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan,
dan informasi rekening. SMS Banking adalah layanan perbankan yang
dilakukan dengan menggunakan SMS (short Message Service ). Transaksi yang dapat
dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran tagihan.
4) Pengembanga Teknologi Informasi dan Komunikasi
Bidang Pemerintahan (e-government)
E-government
mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti
menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan
keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government
adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara
pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian
menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B
(Government to Business), dan G2G (Government to Government). Manfaat
e-government yang dapat dirasakan antara lain:
•
Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24
jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu
dibukanya kantor, informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara
fisik datang ke kantor pemerintahan.
•
Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum,
adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai
pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan
kekesalan dari semua pihak.
• Pemberdayaan
masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang
mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai
contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing
grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang
tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
• Pelaksanaan
pemerintahan yang lebih efisien. Koordinasi pemerintahan dapat dilakukan
melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk Indonesia yang luas
areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi
antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada
lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk
pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Teknologi
Informasi adalah ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi
tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat, informasi dapat dikatakan
sebagai data yang telah diolah. Data atau informasi tersebut dapat berupa
tulisan, suara, gambar, video dan sebagainya.
2.
Ruang
Lingkup TIK secara garis besar, teknologi informasi dapat
dikelompokkan menjadi dua bagian, perangkat lunak dan perangkat keras.
Perangkat keras berhubungan dengan peralatan-peralatan yang bersifat fisik,
seperti memori, printer, dan keyboard. Perangkat lunak berhubungan dengan
instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras supaya bekerja sesuai
instruksi.
3.
Prinsip TIK
adalah High Tech dan High Touch Apa itu High Tech – High Touch lebih kurang
adalah menikmati buah kemajuan teknologi dan menyesuaikan dengan Tuhan kita,
ataupun keyakinan spiritual kita. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan dan
kecanggihan teknologi mesti dikendalikan oleh sentuhan moral dan nilai-nilai
kemanusiaan yang juga tinggi. Namun, dalam kenyataannya sering ditemukan High
Tech, Low touch.
4.
Pengembangan TIK dalam Dunia Kerja
Ø Pengembangan Teknologi dan Informasi dalam Pembelajaran (Dalam Meningkatkan Profesionalisme
Guru).
Ø Pengembangan Teknologi Informasi
dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Ø Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Ø Pengembanga Teknologi Informasi dan Komunikasi
Bidang Pemerintahan (e-government)
REFERENSI
http://jamaludinn26.blogspot.co.id/2014/06/konsep-dasar-tik.html diakses 5 November 2018
http://belajartik08.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan-dan_18.html
http://fatmasurialfian.blogspot.co.id/2016/11/tki-pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan.html diakses 5 november 2018.
http://belajartik08.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan-dan_18.html
http://fatmasurialfian.blogspot.co.id/2016/11/tki-pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan.html diakses 5 november 2018.
Lukiastuti, Henny. 2013. Peran
TIK dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Profesionalisme Guru. (online).
Tersedia: http://hennylukiastiti24.wordpress.com. Diakses 5 November 2018.
Muhtadi, Ali.TT. Pemanfaatan
Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas dan Efektivitas Pendidikan.
(online). Tersedia: http://staff.uny.ac.id. Diakses 5 November 2018.
Komentar
Posting Komentar